7 Cara Memanfaatkan Minyak Jelantah. Yuk Kurangi Pencemaran Lingkungan!

tahukah kamu, kalau minyak jelantah juga bisa dimanfaatkan. Simak deh cara memanfaatkan minyak jelantah yang bisa mengurangi pencemaran lingkungan.

Teman-teman tahu kan, kalau beberapa pekan belakangan ini minyak harganya selangit. Dari yang susah banget didapatkan, sampai rebutan ngga karuan. Sekarang harganya udah kembali normal, tapi ya gitu. Rebutan! Padahal masyarakat kita ini akrab sekali dengan masakan yang berbau digoreng. Dan tahukah kamu, kalau minyak jelantah ternyata juga bisa dimanfaatkan. Simak deh cara memanfaatkan minyak jelantah yang bisa mengurangi pencemaran lingkungan.

Apa itu Minyak Jelantah?

Minyak jelantah adalah minyak yang udah terpakai atau bekas pemakaian, bisa dalam kebutuhan rumah tangga, restoran, usaha kulineran, dan banyak lagi. Minyak ini antara lain adalah minyak sawit dan segala jenis minyak goreng lainnya.

Minyak goreng bekas pemakaian atau minyak jelantah ini termasuk limbah non-B3, tapi juga menimbulkan dampak terhadap linkungan kalau kamu membuang semabarangan. Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mendorong minyak jelantah untuk dimasukkan dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Asal kamu tahu, kalau limbah rumah tangga ini punya potensi ekonomi yang besar kalau benar pengelolaannya.

Kurangnya edukasi mengenai pengelolaan minyak jelantah ini yang membuat pembuangan limbah ke saluran air dan tempat sampah berakhir di perairan yang mencemari lingkungan.

Bahaya Minyak Jelantah Bagi Lingkungan

Dilansir dari Zero Waste Indonesia, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa bersifat karsinogenik sebagai pemicu kanker. Senyawa karsinogenik unu terjadi selama proses penggorengan.

Banyak sekali risiko kesehatan yang akan muncul akibat konsumsi minyak jelantah. Mulai dari kolesterol tinggi, jantung dan kanker. Selain itu juga akan muncul dampak pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah yang tidak benar. Apa saja?

Penyumbatan Drainase

Limbah minyak jelantah yang banyak dibuang sembarangan biasanya memang skala rumah tangga. Nah, pembuangan minyak jelantah tanpa pengelolaan bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran air atau drainase. Dampaknya adalah berisiko menimbulkan berbagai penyakit dan tempat berkembang biak bakteri.

Pencemaran Air

Bahaya pembuangan limbah minyak jelantah yang lain adalah terjadinya pencemaran air. Limbah cair ini akan mengalir ke sungai, kemudian berakhir di laut. Hal ini akan menyebabkan pencemaran air yang sangat serius.

Minyak jelantah tersebut bisa mengapung di permukaan yang bakal menghalangi sinar matahari. Tumbuhan laut kadi terhambat dalam proses fotosintesis. Sehingga kandungan oksigen terlarut di perairan bisa turun. Jadinya kelangsungan biota laut akan terancam.

Pencemaran Tanah

Biasanya skala rumah tangga juga melakukan pembuangan minyak jelantah ke parit atau tanah yang dapat terserap bumi. Tentu saja minyak bisa menggumpal dan menutup pori-pori tanah. Akibatnya tanah menjadi keras dan menyebabkan banjir.

Baca Juga:

Estafet Mitigasi Reduksi Gas Rumah Kaca Melalui Pengolahan Sampah

Mengolah Sampah Makanan Mulai dari Dalam Rumah

Mengadakan Acara Minim Sampah

Cara Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah

Apakah minyak jelantah harus dibuang?

Tentu saja tidak, karena limbah minyak jelantah ini bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.

1. Sabun Cuci Baju

(sumber: greeners.co)

Ternyata kamu bisa menyulap minyak jelantah menjadi sabun cuci yang bermanfaat lho. Selain ramah lingkungan, tentu saja bisa membuat kamu lebih hemat. Apalagi kamu yang sering banget masak dan menggoreng dengan minyak penuh. Udah deh, bisa banget tuh sisanya buat bikin sabun.

Penasaran caranya? Bikin yuk..

Bahan:

  • Minyak jelantah
  • NaOH (Natrium Hidroksida) atau soda api
  • Jahe
  • Jeruk Nipis
  • Daun Binahong (sebagai anti bakteri)
  • Air
  • Cetakan
  • Wadah dan Pengaduk

Cara membuat

  1. Goreng jahe secukupnya. Ini gunanya untuk mengurangi bau tak sedap pada minyak jelantah.
  2. Minyak jelantah disaring kemudian didinginkan.
  3. Timbang minyak jelantah 200 gram.
  4. Masukkan NaOH sebanyak 33,6 gram ke dalam 100 ml air (oh ya, jangan sampai terbalik yah. Bukan air yang dituang ke NaOH karena bisa meledak!)
  5. Masukkan larutan NaOH yang tadi ke dalam minyak jelantah sediki sedikit yah, sambil diaduk merata.
  6. Kamu bisa mengaduk sampai mengental.
  7. Tambahkan jeruk nipis untuk menambah aroma segar.
  8. Tambahkan juga ekstrak daun binahong sebagai anti bakteri.
  9. Siapkan cetakan, dan kamu bisa menuangkan ke dalamnya.
  10. Diamkan dulu selama 3-5 hari agar campuran bisa memadat dan siap dipotong.
  11. Keluarkan sabun dari cetakan dan siap digunakan deh.

Kalau udah jadi, kamu bisa memanfaatkan sabun dari minyak jelantah ini untuk mencuci lap, peralatan masak yang berlemak atau noda pada pakaian.

2. Membuat Lilin atau Lampu Minyak

(sumber: sampaijauh.com)

Pernah panik ngga saat listrik di rumah kamu tiba-tiba mati? Kalau kamu ngga punya emergency lamp, setidaknya kamu harus punya lilin buat menerangi rumah. Tapi kalau ngga ada lilin? Tenang aja, kamu bisa memanfaatkan minyak jelantah yang ada di dapur kok.

Mudah saja! Ikuti langkah berikut ini:

  1. Sediakan wadah yang tahan panas, kamu bisa menyediakan tutup kaleng biskuit atau kaleng berukuran kecil.
  2. Tuangkan secukupnya minyak jelantah ke dalam wadah tersebut.
  3. Ambil segumpal kapas dan padatkan seperti sumbu kompor.
  4. Kamu bisa meletakkan kapas tersebut di dalam minyak.
  5. Tunggu dan diamkan ebebrapa saat sampai minyak tersebut meresap dan membasahi smeua bagian kapas.
  6. Kemudian bakar kapas tersebut dengan korek api.
  7. Tunggu sampai menyala seperti lampu minyak.

Taraaa, kamu bisa membat penerangan emergency sendiri dengan mudah dan cepat kan!

3. Pupuk Tambahan Tanaman

Proses penggorengan yang terjadi saat kamu menggunakan minyak jelantah menyebabkan reaksi yang menghasilkan lemak jenuh sangat tunggi. Kabar baiknya adalah asam lemak tersebut bisa membantu pertumbuhan tanaman juga.

Tapi kamu juga harus menambahkan pupuk dasar seperti pupuk kandang, atau kompos. Tambahkan juga pupuk anorganik seperti urea, SP, dan KCL.

4. Cairan Pembersih Lantai

Dilansir dari Zero Waste Indonesia, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pernah membuat minyak jelantah menjadi cairan pembersih lantai lho. Mereka memberi nama “Karbon Milan”.

Nantinya akan ada 3 tahapan yang akan dilakukan, antara lain:

  • Tahap penjernihan minyak jelantah
  • Tahap pembuatan karbol
  • Tahap pengemasan produk

Tenang aja, ngga akan timbul bau tak sedap karena ada berbagai aroma yang bisa kamu pilih yaitu jeruk nipis, apel, melati dan bougenvil.

Bagamana cara membuatnya?

  1. Saring minyak jelantah menggunakan kain.
  2. Campurkan minyak dengan NaOh dan arpus sebagai disinfektan.
  3. Kamu bisa menambahkan bahan berupa Hydroxy Ethyl Cellulose biar lebih kental.
  4. Campurkan larutan tersebut dengan Sodium Lauryl Sulfate yang fungsinya untuk menambah busa dan mengangkat kotoran.

5. Aromaterapi

(sumber: winnetnews.com)

Kamu suka ngga sama harumnya aromaterapi? Kaget ngga kalau limbah minyak jelantah yang awalnya kurang sedap malah bisa dimanfaatkan sebagai aromaterapi, lho.

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) di Universitas Brawijaya telah membuktikan manfaat minyak jelantah sebagai aromaterapi. Produk aromaterapi ini dinamai Relaxants.

Oh ya untuk membuatnya, kamu harus menjernihkan minyak jelantah dulu dengan merendam menggunakan ampas tebu selama dua hari. Kemudian, ambil bubuk jeli dan tambahkan aroma sesuai selera. Bisa jeruk nipis, kopi, atau yang segar. Nanti tinggal mencetak campuran bahan tersebut ke berbagai bentuk dalam wadah penyimpanan.

6. Pakan Unggas

Bagi kamu yang punya unggas seperti ayam, bebek, atau burung puyuh, kamu tuh bisa memanfaatkan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak.

Hal ini pun telah dilakukan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang sebagai pakan burung puyuh. Pasti kami mikirnya, apakah ini aman?

Tenang saja, akan ada tahap pemurnian yang bisa menghilangkan sifat karsinogenik. Caranya dengan melakukan pemurnian terlebih dahulu dengan 3 tahap.

Gum

Langkah ini memisahkan lendir-lendir zat seperti karbohidrat, air, atau protein dengan cara pemanasan.

Netralisasi

Memisahkan asam lemak bebas dari minyak atau lemak menjadi senyawa.

Pemucatan

Proses penyerapan dengan zat penyerapan atau adsorben.

Kalau ketiga proses tersebut udah dilakukan, maka campurkan minyak jelantah dengan pakan unggas seperti jagung atau dedak.

7. Bahan Bakar Biodiesel

(sumber: greeners.co)

Tahu ngga, kalau aku dulu pun pernah bikin biodiesel dengan bahan baku minyak jelantah sebagai Tugas Akhir kuliah Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang. Masih trial dan skala lab sih, tapi prospek banget hasilnya.

Studi dari lembaga International Council on Clean Transportation (ICCT) berjudul “Potential Economic, Health, and Greenhouse Gas Benefits of Incorporating Used Cooking Oil Into Indonesia’s Biodiesel” menyebutkan kalau negara kita ini berpotensi menghasilkan minyak jelantah sebesar 1,64 miliar liter per tahunnya. Wow!

Jumlah ini diperoleh dari pengumpulan di restoran, hotel, sekolah, rumah sakit bahkan skala rumah tangga. Bahkan penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel dapat mengurangi pelepasan enam juta ton emisi gas rumah kaca (GRK). Dan hal ini juga bisa menghemat biaya subsidi biodiesel mencapai Rp 3,6 triliun.

(sumber: pse.ugm.ac.id)

Secara umum trigliserida yang ada dalam minyak jelantah akan bereaksi dengan alkohol yang dibantu oleh katalis asam/basa, yang akan menghasilkan biodiesel (metil ester) dan gliserin. Alkohol yang umum digunakan adalah metanol. Katalisnya biasanya menggunakan NaOh. Dan tahapan awalnya dimulai dari pre treatment bahan baku minyak jelantah, kemudian reaksi kimia trans-estertifikasi, dan selanjutnya adalah pemisahan.

Baca Juga:

Bersihkan Langit dengan Bioetanol

Yuk Dukung Gerakan Sedekah Jelantah

Penutup

Sekarang kamu sudah tahu kan bagaiaman cara memanfaatkan limbah minyak jelantah yang bisa mengurangi dampak bagi lingkungan. Jadi kalau kamu belum bisa mengolahnya, kamu bisa mengumpulkan ke pengepul minyak jelantah terdekat untuk diolah. Jangan langsung dibuang ke saluran air atau tanah yah.

Yuk, coba deh pilih salah satu cara pengolahan di atas, ajak teman-temanmu yang lain yah, semoga bermanfaat.

44 pemikiran pada “7 Cara Memanfaatkan Minyak Jelantah. Yuk Kurangi Pencemaran Lingkungan!”

  1. aku baru denger kayaknya nih mbak, minyak jelantah bisa jadi sabun. Wowww banget ini
    bener-bener inovatif, “sisa-sisa” bahan minyak aja bisa bermanfaat buat kebutuhan sehari-hari. Memang kalau dimanfaatkan atau didaur ulang kayak gini, bisa meminimalisir adanya pencemaran lingkungan. Perlu sosialisasi juga sepertinya

    Balas
    • Bener banget mba, sebenenya banyak peluang dan ide kreatif kalau kitanya mau mengolah dan memanfaatkan. Ita bener deh bisa jadi sabun cantik kek gini. Semoga bisa mengurangi dampak pada lingkungan yah. Yuk bikin!

      Balas
  2. Baru tahu kalo minyak jelantah justru kaya manfaat, kirain cuma limbah tanpa guna dan berbahaya. Yang untuk bahan bakar harus banget tuh penelitiannya dikembangkan, menurut saya pengolahan limah jelantah yang paling top

    Balas
  3. Iya mbak, minyak jelantah jangan dibuang sembarangan
    Minyak jelantah bisa dimanfaatkan kembali
    Kalau aku belum pernah sih olah sendiri, tapi selalu setorkan minta jelantah ini ke bank sampah agar bisa diolah lagi

    Balas
  4. Tidak jauh dari tempat tinggal saya ada pengepul minyak jelantah. Duhhh.. jadi merasa bersalah nih karena beberapa kali buang jelantah di saluran pembuangan air. Btw keren ya bisa didaur ulang menjadi biodiesel, bisa jadi alternatif BBM.

    Balas
  5. wah ternyata minyak jelantah bisa dimanfaatkan jadi banyak hal ya. aku baru tahu loh apalagi bisa dijadikan sabun bener-bener ide kreatif nya patut diacungi jempol nih. dengan memanfaatkan dan mendaur ulang seperti ini kita bisa sedikit membantu mengurangi pencemaran lingkungan

    Balas
  6. Aku jadi ingat kemarin dikomentarin Ibu mertua karena minyak jelantahku belum diolah dengan baik, masih aku masukkin ke botol dan aku berikan kepada yang membutuhkan.
    Kudunya di reuse begini, jadi lebih bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan yaa..

    Balas
  7. Wah ternyata minyak jelantah bisa di reuse jadi berbagai macam produk baru, enggak menyangka. Biasanya ibu-ibu kalau habis masak dibuang gitu aja. Nah, kalau bisa diolah seperti ini, mungkin harus ada koperasi minyak jelantah untuk mengumpulkan minyak-minyak rumah tangga nih.

    Balas
  8. Keren. Kalau memang niat pasti something bekas bisa jadi something new yang bernilai tambah. Penisirin bikin sabun pake minyak jelantah, unik tapi ragu takut masih bau

    Balas
  9. Samapi sekarang, minyak goreng masih susah didapatkan, walau sudah ditetapkan harga 14 ribu per liter. Dan kebetulan saya kemarin ke supermaket. pas ada stok minyak, tapi dibatasi pembelian 2 liter saja. pas saya ambil, masih banyak. Selang sebentar, sudha kosong rak hehehe.
    Dan ternyata jelanjah banyak juga manfaatnya ya, Mbak. Paling bisa saya buat dan mudah adalah untuk penerangan saat mati lampu nih. jadi hemat beli lilin.

    Balas
    • Lha iya pak, udah mehong ini. Kemaren sempet turun dan dibatesin kan belinya. Eh berebut tuh di alpa indo. EH sekarang langka lagi. Udah susah, masih aja limbahnya dibuang sembarangan. Mengsedih kan..

      Balas
  10. Laaaah keren banget tuh olahannya semua. Jujur aku baru tahu kalo bisa dibikin macem2 gini.

    Bahkan utk lilin pun, aku tahunya ya pake minyak goreng baru, bkn jelantah.

    Suer deh abis ini akan bilang nyokap buat jangan pernah buang jelantahnya. Biasanya ya langsung cuci dan buang ke sungai sih. Lagian masih kecil sih limbahnya. Tapi kalo semua orang buang jelantah ke sungai, ya bikin pencemaran donk.

    Balas
    • Nah iya mas, susah juga kalau kita mikirnya buang sedikit doang, lha yang buang sedikit sekampung, terus tiap hari pulak wkwkwkwk.
      Makanya bakal timbul pencemaran kalau ngga kita olah yah. Yuk yuk rajin mengolah limbah jelantah 🙂

      Balas
  11. Ternyata minyak jelantah bisa dimanfaatkan kembali untuk bermacam2 keperluan.

    Ini NaOH (Natrium Hidroksida) atau soda sapi. >>> Soda api apa soda sapi, Mbak Lintang.

    Balas
  12. Wow! Keren! Paadahal itu minyak jelantah ya. Saya bacanya sampai serius banget sambil bayangin akan praktik membuat sabunn dan pembersih lantai.

    Balas
  13. Ternyata banyak banget ya manfaatnya…hehehehe baru tahu. pantesan tetangga saya ada yang kerjaanya membeli minyak jelantah. Saya malah kadang dibuang begitu saja. Dan ternyata kok bisa dibikin sabun cuci baju…keren nih,…

    Balas
  14. ternyata minyak jelantah itu banyak manfaatnya ya dan bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tinggal gimana nih kita mau mengolahnya.
    jadi tertarik ingin buat sabun dan juga cairan pembersih lantai serta aromaterapi dari minyak jelantah nih.
    makasih tutorialnya ya Mbak 🙂

    Balas
  15. woww aku baru tau loh minyak jelantah bisa diolah lagi jadi sabun cuci baju sama cairan pembersih lantai, karena ku pikir minyak ga bisa nyatu gitu sama urusan sabun2an

    Balas
  16. Pengolahan minyak jelantah untuk jadi produk lain ini bagus lho. Malah di lingkungan tempat tinggalku, ada yang ngumpulin dr rumah ke rumah, tinggal kita simpan aja di dalam botol gitu. Katanya sih buat bikin sabun memang

    Balas
    • Iya bener, di tempatku juga dikumpulkan dalam botol-botol. Nanti tinggal dikumpulkan ke pengepul kalau udah penuh. Nama programnya “Sedekah Jelantah”.

      Balas
  17. Dulu skripsinya temen aku ada yang mau ambil studi pemanfaatan minyak jelantah sebagai biodiesel.
    Tapi karena zaman dulu belum seperti sekarang, mendapatkan minyak jelantah untuk dijadikan bahan utama sangat sulit didapatkan.
    Alhamdulillah,
    ada banyak sekali pemanfaatan minyak jelantah ini.

    Semoga kita bisa menggunakannya secara kontinyu dan tidak membuangnya di sembarang tempat.

    Balas
    • Skripsiku juga bikin biodiesel dari minyak jelantah. Tapi masoh sebatas trial juga sih mba..
      Harus ada penelitian lanjutan untuk dikembangkan lebih baik lagi.

      Balas
  18. Aku baru tau bisa jadi lilin. Daya bakarnya gimana? Aku penasaran ih pengen bikin juga. Lumayan jadi ada stock lilin di rumah hehehe

    Balas

Tinggalkan komentar