Benarkah Depresi Bukan Kurang Iman?

Percakapan random berikut ini nyatanya bisa membuahkan sebuah pemikiran baru. Sebuah kesegaran di anatara hiruk pikuk keimanan yang kadang naik turun tak tahu arah. Hanya ‘sebuah’ pertanyaan random dari ‘sebuah’ kaos di salah satu akun IG yang mengasuh psikologi umum tapi bisa jadi tema baru. Berangkat dari sebuah kaos bertulisan : Kitty (K) dan Lintang … Read more

You Can do Anything but You Can’t do Everything

Pernah ngga sih kita merasa udah melakukan suatu hal semaksimal mungkin tapi akhirnya gagal? atau pernah nggak sih kita sudah berusaha semampu kita tapi juga nggak berhasil? yang pada akhirnya kita hanya bisa mengeluh dan akhirnya meyalahkan Tuhan. Bener sekali kali sebuah quote You can do anything but you can’t do everything. Saat mengalami sebuah … Read more

Langit Tak Perlu Menjelaskan Dirinya Tinggi (Part 2)

dok. pribadi

Baca Juga: Langit Tak Perlu Menjelaskan Dirinya Tinggi part 1 Suatu ketika pernah muncul sebuah obrolan dengan salah satu kawan, “Enaknya sesembak kerjaannya plesir mulu ke luar negeri, foto feed IG nya cantik-cantik. Ih mupeng deh”. Terus saya pun mikir, iya juga yah enak banget plesir mulu. Lha kita mah emak-emak, boro-boro mau tiap hari … Read more

Langit Tak Perlu Menjelaskan Bahwa Dirinya Tinggi

Langit tak perlu menjelaskan bahwa dirinya tinggi Mentari tak perlu menjelaskan bahwa dirinya panas Bintang tak perlu menjelaskan bahwa dirinya berpendar Laut tak perlu menjelaskan bahwa dirinya dalam Langit tak Perlu Menjelaskan Dirinya Tinggi Suatu hari pernah ngobrol sama seorang sahabat, seperti biasa obrolan receh yang jadi lebar. Sebuah topik ringan yang kadang dalam, bisa … Read more

Sungguh Aku (Tidak) Baik-baik Saja

Hari ini kembali aku tergugu, entah seperti tak mendengar apa yang beliau katakan. Mungkin akan lebih baik kalau aku pura-pura tak mendengar? Detak jantungku hampir berhenti sepersekian detik, mencerna ucapan beliau. Bayang-bayang saat akan melahirkannya dulu kembali berkelebat lagi. Duniaku saat ini hanya mengelilingi semestanya. Pun dia semestaku.. Dia.. pagiku, juga senjaku.. Dia..bintangku, juga purnamaku.. … Read more

Catatan Genduk: Melahirkan Genduk (Bagian 10)

Genduk Khitan nih judulnya. Dulu pernah kepikiran juga, kalo punya anak perempuan bakalan aku khitan ahhh~ Karena karena karena kata nyokap bokap dulu, aku pun adekku yang cewe juga dikhitan pas baru lahir banget. Apaan sih, cew kok di sunat? Apanya yang dipotong gils? Nggak ada yang dipotong kok. Cuma digores sedikit bagian klitorisnya. Eh … Read more

Catatan Genduk: Melahirkan Genduk (Bagian 9)

Saat sendirian di ruang observasi kamar bersalin, aku sempat apa ya istilahnya, menangis? Ah bisa sesedih ini ya rasanya. Entah (mungkin) hanya meluapkan sebuah emosi yang tak tertahankan. Bukankah sesorang yang berusaha sekuat mungkin terlihat tegar, memang ternyata sangat rapuh didalamnya? Orang lain boleh melihatmu terlihat kuat dari luar, even suami mu sendiri atau ibumu … Read more

Catatan Genduk: Melahirkan Genduk (Bagian 8)

Setiap semoga yang ku panjatkan seperti luput semua. Bidan bilang aku hampir mengalami plasenta previa. Plasentanya ngga di atas tapi hampir ke bawah. Meskipun tak menutupi jalan lahir, tapi aku ngga boleh hamil dulu dalam waktu dekat. Takutnya di kehamilan berikutnya malah menutupi jalan lahir. Sebelumnya dr Imam bilang kalo posisi bayiku posterior. Padahal posisi … Read more

Catatan Genduk: Melahirkan Genduk (Bagian 7)

Dulu pernah terbersit pikiran, apakah melahirkan secara caesar itu menandakan kurangnya ikhtiar seseorang dalam merayu Tuhannya? Dalam persalinanku yang pertama dan kedua emang ikhtiarku ketat. Semua doaku diijabah. Aku menyebutkan banyak hal dalam setiap sujudku. Banyak semoga yang kupanjatkan; semoga melahirkan tidak melewati HPL, semoga melahirkan ditemani ayahnya, semoga tidak ketuban pecah dini, semoga tidak … Read more

Catatan Genduk: Melahirkan Genduk (Bagian 6)

Beberapa menit kemudian, entah sobekan perut yang keberapa lapis, dan perutku ditekan gitu rasanya sampai akhirnyaaa.. Eaak eaakk eaakkk! Genduk lahir. Masya Allah tabarakallah. “selamat ya, bayinya perempuan.” Aku langsung banyak mengucapkan alhamdulillah. Puji syukur atas karunia Allah akhirnya bisa melahirkan dengan sehat dan selamat. Tak henti-heninya mengucap hamdanlillah. Yang penting anak ini selamat. Anak … Read more

Catatan Genduk: Melahirkan Genduk (Bagian 5)

Meja operasi yang dingin seperti kata orang-orang kini telah aku rasakan. Banyak tim yang lalu lalang. Ada dokter anastesi, ada dokter anak, aduh pokoknya banyak orang. Ruangan yang sangat dingin. Aku sempat ngobrol sama buk yang akan menyuntikkan bius di punggungku. “bu, saya tegang,” kataku emang beneran tegang, cemas, was was dan ke-lebay-an lain. “tenang … Read more

Catatan Genduk: Melahirkan Genduk (Bagian 4)

Sampai di hermina aku menelpon papa, minta tolong agar menemaniku di sini. Semua sempat syok. Karena tahu pasti akan berakhir di meja operasi. Aku mendaftar di UGD kemudian papa datang. Aku masuk ruangan observasi kamar bersalin. Dimarahin suster, karena sangat nekat baru ke RS setelah KPD selama 29 jam. Prosedur RS adalah, bayi harus segera … Read more

Catatan Genduk: Melahirkan Genduk (Bagian 3)

Aku minum pil pink kecil tersebut bada magrib. Dan menunggu gelombang tjintah datang. Kata bidan sih maksimal 2 jam akan mulai terasa. Yah kan reaksi tiap tubuh beda-beda, ada yang langsung berasa, ada yang setelah dua jam baru berasa dan ada yang gagal; tidak berasa apa-apa. Yah aku berdoa aja sambil ikhtiar. Pukul 12 malam, … Read more

Catatan Genduk: Melahirkan Genduk (Bagian 2)

Sampai di bidan, aku hanya bertemu bidan Hilma. Dicek dong sama mba Ima pake kertas lakmus, dan emang beneran ketuban. Saat cek VT emang masih baru pelunakkan mulut rahim. Ditanyain sudah berapa kali ganti pembalut, kemudian aku diperbolehkan pulang. Disanguin amoxicilin juga, karena ketuban yang pecah itu rawan infeksi. Dengan catatan banyak minum air degan, … Read more

Catatan Genduk: Melahirkan Genduk (Bagian 1)

Malam ini lagi me time, Ghaitsa abis gumoh lumayan banyak, terus bobo. Sebelumnya dengan drama mulet-mulet ngga mau bobo. Abang-abangnya ikut ayahnya ke rumah mbahnya. Oke aku akan sedikit cerita tentang lika liku melahirkan genduk. Mumpung senggang. *inhale Sebenarnya suamiku sudah menyarankan agar aku tinggal dengan mama papa saat mendeketi HPL. Dia lumayan khawatir juga … Read more