Catatan Penyintas dan Serba Serbi Covid 19

Hexagon City Virtual Conference: Zona Open Space

Temen-temen sudah pernah mendengar tentang Hexagon City Virtual Conference? Oke saya akan cerita sedikit tentang Virtual Conference pertama dan terbesar yang pernah ada. Kok bisa? Jadi acara ini diselenggarakan selama 14 hari mulai dari tanggal 8-22 Februari 2021 dan diisi kurang lebih 368 speaker di berbagai platform (Youtube, IG, FB, Zoom, WAG dan Telegram) secara LIVE dan Free untuk umum. WOW. Bayangkan ada lebih dari 300 materi keren dan menarik yang sayang dilewatkan. Speaker yang ngisi ini adalah para warga Hexagonia dari Hexagon City, kelas Bunda Produktif Institut Ibu Profesional.

Mendaftar Sebagai Speaker Virtual Conference

Apakah saya mendaftar menjadi speaker?

Speaker at Hexagon City Virtual Conference

I’m totally Yay! Saya ini seorang yang lebih senang (lebih nyaman tepatnya) mengungkapkan perasaan melalui tulisan daripada ngomong langsung. Ngga ada tuh dalam pikiran saya seumur hidup buat tampil streaming. Kalau ada pilihan tampil di belakang layar, maka saya akan mengambil peran itu. Saya tipe orang yang kalo mau balas chat penting itu, bikin draftnya dulu di notes, takut salah ngomong. Bayangin kalau harus live, ngga bisa kan typing delete as always? huhuu. Ada pergolakan dan perenungan cukup panjang sebenernya. Toh kalau saya ngga mencoba dan ngga mengambil peran ini juga ngga akan terjadi apa-apa. HC Virtual Conference, ada dan tidak ada saya tetap berjalan baik dan keren kan?

Baca Juga : Zona G #3: Six Thinking Hats

Sampai akhirnya temen-temen saya, tetangga saya yang baik hatinya pada memberi support. Ayo coba aja. Masalahnya adalah, apa yang mau saya bagikan? Kayanya selama ini semua yang saya dapatkan ngga pernah full, belajarnya setengah-setengah. Banyak yang saya pelajari tapi ya ngga yang expert gitu deh. Terus lihat materi yang speaker lain bawakan jadi tambah baper, jiper malah maju mundur dengan banyak mundurnya. Pekan pertama pendaftaran hanya galau mau ngisi apa, ada bayangan tentang cerita tentang penyintas atau Seni Bicara kepada Anak. Terus apa sih sebenernya yang bikin saya berani mengambil peran?

Tidak ada yang berhak merendahkan diri kita, kecuali kita mengizinkannya.

Septi Peni Wulandani

Youtube Live Virtual Conference

Nah. Bu Septi membuka pemikiran saya, ternyata saya yang butuh Virtual Conference ini. Saya butuh men-challenge diri saya sendiri untuk mengambil peran. Jangan pedulikan berapa orang yang akan melihat acara live kita, ada atau tidak ada yang melihat, ini tetap acara kita. Semua orang punya pengalaman pertama untuk mencoba berbagai hal. Dulu pernah sih live IG bareng Ibu Profesional Malang Raya, sebagai ManMedkom, yah tapi kan berdua keleus ada momodnya jadi ngga segrogi gini juga. Lha ini sejam ngomong sendiri, nyiapin flyer sendiri, nyiapin platform sendiri. Wuih tantangan banget kan? Dan saya akan mencobanya. Saya akan membuktikan kalau saya bisa mengalahkan rasa takut saya sendiri.

Live Speaker Youtube

Akhirnya saya memberanikan diri untuk bercerita tentang pengalaman saya selama covid. Saya mencari materi dan sekaligus menjadikannya cerita pengalaman saya dengan konsep ngobrol bareng temen-temen. Karena saya bukan dinkes atau satga, murni hanya seorang penyintas yang ingin berbagi. Jadi pekan kedua saya fokus dengan menyiapkan materi dan belajar streamyard. Kenapa sih saya memilih platform youtube?

Sebenernya saya bisa saja memilih ngga on cam, dengan wa atau telegram. Tapi saya pikir lagi, sayang banget kalo catatan saya ini akan hilang. Saya ingin obrolan saya bisa dilihat terus dan memberi manfaat bagi banyak orang, insya Allah. Karena saya ngga siap lewat IG atau FB yang terlalu ramai, jadi memulai langkah ini lewat Youtube dulu hehe. Setidaknya ada langkah kecil yang akan saya ambil untuk memulai big step selanjutnya.

Baca Juga : High Energy Ending: Purna Tugas Pengurus IP Malang Raya

E-flyer dengan judul Catatan Penyintas dan Serba Serbi Covid 19

Saat pendaftaran pekan terakhir dibuka, gila aja tangan udah mulai dingin dan tremor. Selebay itu. Karena ini rebutannya dengan speaker lain untuk dapet slot tayang. Langsung saya mengambil kursi aman dan alhamdulillah dapet. Saat form pendaftaran dibuka jam 6, eh udah full seat jam 9 dong. Biasanya kan acara conference mah pesertanya yang ga sapat seat, ini mah speakernya! Sekeren itu.

Saya jadi bangga bisa mengambil peran di acara ini. Apalagi setelah melihat huddle bareng bu Septi kemarin, seolah-olah memberi semangat penuh dan membakar saya untuk maju. Menjadi sangat bersyukur sekali sudah berani mengambil kesempatan ini. Meskipun karena ini adalah pengalaman streaming pertama, yanga da sepekan sebelum tampil didera masuk angin dan ngga bisa tidur. Hahaha. Kaya yang mau maju sidang aja sih. Padahal ngomong juga depan kamera, ngga ada wujud manusianya. Tapi susah banget buat orang introvert, yang lebih memilih texting daripada telpon or video call!

e-flyer Catatan Penyintas dan Serba Serbi Covid 19

Baca Juga : Yuk Jaga Anak Kita dari Covid 19 dan Informasi Vaksin Covid 19

Ngga usah ditanya uda berapa kali tuh latihan di streamyard. Ya meskipun tetep aja muka kaku kaya kanebo kering, suara kaku kaya orang persentasi. Saya yang biasa blangsak jadi lemah lembut kalem begitu hahaha. Entahlah, emang bener kalau ternyata acara ini bisa bikin hmmm ketagihan? Setidaknya saya menyiapkan materinya pun berbinar dan sepenuh hati. Saya menikmati semua proses belajarnya include ngoprek streamyard yang menurut saya menyenangkan. Padahal mana pernah tuh kepikiran mau maen streamyard. No no. Dan pekan ini sangat menantang sekali.

Finaly GO LIVE !

Catatan Penyintas dan Serba Serbi Covid 19

Menit-menit sebelum live sudah membuat perut saya mual mendadak. Anak-anak sudah saya ungsikan dan ini adalah panggung saya. Hanya memulai dengan bismillah dan menarik napas panjang. Ternyata yaudah mengalir sendiri sih. Semua konsep yang udah saya siapkan bahkan ngga sempet ditengok. Udah kepikiran juga kalau ntar masih banyak waktu sisa, akan saya selesaikan di menit 40-50 menitan. Eh alhamdulillah bisa pas dong sampai menit ke 57. Alhamdulillah. Terima kasih temen-temen yang suka menemani ngobrol, menyempatkan mampir, meramaikan acara dan interaktif tanya jawab. Kalian keren, kalian bikin saya ngga dag dig dug lagi.

screenshoot saat live

Dan kerennya lagi adalahhhh. Dapet sertifikat dong, masya Allah Tabarakallah. Makasih Mardika dan tim..

Zona X-tra Miles

Dan challenge kali ini sebenernya adalah, kita akan memasuki challenge extra miles. Apa saja strategi kami dalam etape terakhir ini, bersama tetangga CH 6 akhirnya kami punya strategi seperti di Buncek ulat dulu sih. Kalau kami lebih memprioritaskan speaker di CH kami yang tampil kemudian temen se-regional. Begitulah. Saya menyimak beberapa materi dan hadir sebagai participant.

1. Badai Pasti Berlalu by Geta Yuanita

Badai Pasti Berlalu

Mba Geta adalah salah satu tetangga saya dan beliau manggung barengan sebelum mba Zaki. Jadi saya wajib nontong beliau berdua secara live. Saat ini mba Geta tinggal di Qatar dan membawakan cerita pengalaman merantau beliau yang masya Allah. Banyak sekali ibrah dalam setiap perjalanan.

Merantaulah..karena akan banyak cerita, pengalaman berharga dan tau budaya, adat istiadat, bagaimana meningkatkan bonding dengan anak dan pasangan karena jauh dari keluarga. Intinya bagi para perantau adalah harus selalu mandiri. Pengalaman mba Geta berkali-kali operasi PD di mana beliau mengalami titik terendah dalam kehidupannya. Dan cerita inspiratif bagaimana menaklukan semua itu dengan bangkit lagi untuk melanjutkan hidup. Sangat menyentuh sekali dengan ceritanya yang mengalir, seakan waktu 30 menit terasa kurang untuk menyimak liku kehidupan beliau yang sudah asam garam kehidupan banget.

2. Membangun Komunikasi yang Harmonis dengan Pasangan by Zakiyah Darojah

Membangun Komunikasi yang Harmonis dengan Pasangan

Kenapa membangun komunikasi yang harmonis itu penting? Yah karena kita semua berharap keluarga yang harmonis. Sebagian besar permasalahan rumah tangga bermula dari tersendatnya komunikasi. Betul banget sih menurut saya, soalnya saya juga biasanya miskom deh sama suami. Komunikasi yang ngga lancar dan bikin persepsi negatif sendiri-sendiri gitu. Jelasnya komunikasi yang ngga lancar emang bikin hubungan pasutri ngga harmonis.

Seorang istri yan ngga bahagia akan berakibat fatal, karena istri adalah tolok ukur kebahagiaan keluarga. Kondisi batin seorang istri sekaligus ibu akan mengakibatkan efek domino (kesehatan mental terganggu, pengasuhan anak tidak optimal, anak sebagai pelampiasan kemarahan, berpengaruh rezeki keluarga dan kesehatan fisik terganggu). Jadi penting banget deh komunikasi lancar dengan pasangan tuhhh 🙂

3. Tarbiyatul Aulad by Kholilatul Wardani

Tarbiyatul Aulad

Makna tarbiyah adalah menyampaikan sesuatu untuk mencapai kesempurnaan, menentukan tujuan melalui persiapan, seseuatu yang dilakukan secara bertahap dan sedikit demi sedikit oleh pendidik. Selain itu tarbiyah merupakan sesuatu yang dilakukan secara berkesinambungan tahapan demi tahapannya dan dijadikan sebagai tujuan penting dalam kehidupan. Tarbiyah mengandung sebuah proses. Sebuah proses untuk apa? Untuk menjadi sempurna.

Apa kesempurnaan dalam mendidik itu?

Kesempurnaan pendidikan seorang anak adalah ketika ia memiliki komitmen pada syariat Allah serta memiliki kemampuan untuk mengevaluasi, mengawasi dan mendidik dirinya sendiri. Dengan kata lain, kesempurnaan dalam mendidik akan tercapai bila anak sudah mandiri dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, alias bertakwa dengan kesadaran sendiri.

4. 9 Keajaiban Anak di Rumah by Lutfi Hidayati

Kekuatan dan keajaiban anak sangat luar biasa, kadang ada banyak momen yang di luar dugaan kita saat anak-anak bisa melakukan suatu hal yang ajaib. Tapi kadang kita juga merasa anak yang ngga bisa apa-apa, kurang dalam matematika, cengeng dan banyak pikiran negatif, nah hal tersebut harus di stop untuk setiap labeling. Karena Allah sudah menginstal semua perangkat kebaikan dan keunikan untuk setiap anak. Maka potensi, kekuatan anak harus distimulus dan dikuatkan. Tidak ada anak yang nakal karena hanya ada jeritan hati anak yang tidak ketemu jalan keluarnya.

Selain menjadi speaker, participant, saya juga menjadi bumblebee untuk beberapa materi. Lumayan juga menclok ke sana ke mari, dan belajar jadi butterfly untuk merefleksikan apa yang telah saya peroleh. Alhamdulillah mendapat banyak insight baru yang semakin membuat berbinar. Akan ada kejutan apa di zona N, yang katanya N itu adalah News? Wahh wahh.

Terima kasih untuk Hexagon City Virtual Conference yang membuat saya banyak belajar untuk tidak hanya menerima, tapi juga memberi sesuatu yang saya punya.

Kita tidak perlu bercita-cita untuk menjadi inspirator bagi orang lain, namun jadilah inspirator untuk diri sendiri agar menjadi lebih baik lagi, maka tanpa diminta orang di sekitar kita akan terinspirasi dengan kita.

Septi Peni Wulandani

Meski orang lain tidak terinspirasi dengan kita, kita tidak akan kecewa karena kita bertekad sedari awal bahwa apapun yang kita lakukan adalah untuk perubahan diri yang lebih baik.

Septi Peni Wulandani

Malang, 23 Februari 2021

lintanggg

Lintang Gumilang adalah seorang ibu pembelajar yang jatuh cinta pada literasi dan gila membaca. Penulis kelahiran asli kota Malang ini memang hobi menulis lewat diary, sampai akhirnya punya platform blog sendiri yang berisi uneg-uneg recehnya selama hampir 10 tahun. Saat ini sangat bersyukur bisa menulis dan menerbitkan 14 antologi dengan harapan agar tulisannya bisa bermanfaat bagi semua pembacanya.

16 opinions on “Hexagon City Virtual Conference: Zona Open Space”

  1. keren mbak karena sudah berani mencoba. karena apapun yang tidak dicoba tak akan tahu sampai dimana kemampuan kita. semangat terus. saya yakin tiap orang itu bisa menginspirasi orang lain.

  2. Kereen Mbak … bisa jadi speaker di acara Hexaagon City Virtual Conference IIP. Saya lho Mbak, masih tertatih di Bunda Sayang. Kalau lihat beginian jadi semangat lagi, biar bisa masuk Bunda Produktif nantinya. Selamat ya Mbak … MasyaAllah … kereeeeen

    1. Ayooo mba Sukma semangaaatt. Awalnya saya juga mau cuti dulu nih di Bunpro. Tapi kok sayang bangt soalnya batch pertama emang ditemenin buSepti. Yuk mba semangattttt..

  3. Keren banget mb lintabg bisa jadi speaker di hexagonal. Aku sering kepoin postingan temen-temen kayaknya seru banget ya kelas ini. Jadi pengen ikutan tapi apa daya kemarin bunsay aja cuti. Xixixi…

  4. Wah, Mba Lintang saluttt, akhirnya memberanikan diri dan ternyata sambutannya meriah ya. Semoga Mba Lintang bisa jadi pengisi acara LIVE di event berbeda dan tentunya lebih banyak lagi.

  5. keren sekali yaa mba ada hexagon city ini, jadi penasaran deh, keren mba dirimu bisa jadi speaker di rangkaian virtual conference ini yaaa, sukses selalu

  6. wah keren banget mbak, kegiatan 14 hari dan diisi kurang lebih 368 speaker. Pendaftaran untuk jadi speaker pun cuma butuh 3 jam udah full.

    Emang bener mbak, kadang butuh menantang diri sendiri untuk melakukan hal diluar kebiasaan, hal positif dan membawa manfaat tentu saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *