Review Film To All the Boys I've Loved Before

Review Film To All the Boys I’ve Loved Before dan 5 Pelajaran Hidup

Review Film To All the Boys I’ve Loved Before

Film To All the Boys I’ve Loved Before merupakan film bergenre komedi romantis tentang kehidupan remaja. Film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Jenny Han. Kisah percintaan Lara Jean Covey (Lana Condor) dan Peter Kavinsky (Noah Centineo) ini pertama kali rilis pada 17 Agustus 2018 dan ternyata sangat diterima hingga booming karena bikin baper sampai awal 2019. Aku sendiri sih baru nonton ketiga seriesnya bulan ini, jadi maraton gitu. Menurutku film ini cocok banget buat yang lagi bosen dan jenuh nge-drakor. Ngga ada konflik yang sampai bikin dahi berkerut, semuanya ringan, receh, dan anak muda banget. Aku aja sampai pengen balik lagi ke masa putih abu-abu. Haha halu. Yuk ah mulai aja review film To All the Boys I’ve Loved Before.

Selayang Pandang Review Film To All the Boys I’ve Loved Before

Film ini emang tayang sih di Netflix, untung aku udah sharing account sama suami. Jadi bisa nonton pakai dua device yang berbeda yaayyy. To All the Boys I’ve Loved Before bercerita tentang Lara Jean Covey, middle love yang piatu karena ibunya yang berasal dari Korea sudah meninggal. Dia punya kakak cewek bernama Margot dan adik cewek bernama Kitty. Ayah mereka adalah dr.Covey seorang dokter spesialis kandungan. Lara Jean ini anak yang biasa aja, ngga populer, ngga punya cowok dan ngga pernah pacaran gitu (bahahaha aku banget deh).

Baca Juga: 4 Blog Favorit untuk Blogwalking

Nah si Margot yang baru lulus SMA diterima kuliah di Skotlandia. Mau tidak mau dia memutuskan cowoknya yang bernama Josh. Sebelum Margot berangkat, si Lara Jean (LJ) beberes kamarnya dan menemukan 5 buah surat cintanya di masa lalu. LJ tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada 5 cowok tersebut, dan haayyy ada nama Josh di salah satu surat itu. Surat tersebut tersimpan rapi di sebuah kotak. Masalah mulai terjadi karena di suatu hari yang mengejutkan, ada salah satu nama yang muncul dan ngomong kalau dia menerima surat LJ.

Nah salah satu cowok paling ganteng dan populer, Peter Kavinsky, salah satu nama juga di surat LJ, tiba-tiba meminta LJ menjadi pacarnya. Hmmm, bukan pacaran beneran dingg, jadi mereka berdua membuat sebuah perjanjian pacaran kontrak selama 3 bulan, dengan simbiosis mutualisme antara keduanya. Hal-hal seru mulai terjadi saat cowok paling keren di skolah tiba-tiba jadian dengan, waaaiitt siapa sih LJ? Apakah LJ dan Peter akan pacaran beneran? Bagaimana cerita cowok lain dalam surat LJ?

Seri Kedua dan Ketiga

Seri keduanya P.S I Still Love You keluar tahun 2020. Berbagai drama muncul kembali karena ketidakjujuran, kecemburuan dan ketidakpercayaan. Masalah datang dari mantan pacar Peter, Genevieve, dan salah satu cowok dalam surat LJ, John Ambrose Mc Claren. Si LJ yang kekanakan dan labil ini akhirnya galau lagi. Jadi dia ngga sengaja ketemu dengan John dan menjadi relawan bareng. LJ bingung lagi tuh dengan perasaannya sendiri, serba salah karena John ternyata juga bisa membuatkanya nyaman. Gimana apakah LJ dan Peter akan putus? Sayangnya iya. Trus kok bisa ada seri ketiga? Hehe.

Tahun ini, seri terakhirnya yang berjudul Always and Forever melanjutkan kisah cinta LJ dan Peter yang mulai meninggalkan bangku sekolah dan memulai kehidupan sebagai orang dewasa. Cieee..

Yuk simak pesan yang bisa diambil dari film To All the Boys I’ve Loved Before.

Baca Juga: Review Buku: ORIGIN by Dan Brown

Jujur dengan Perasaan Sendiri

Lucu juga karena awalnya kan LJ dan Peter pacaran karena perjanjian kontrak. Peter habis putus sama Gen dan kayanya mau bikin Gen ngga nyaman karena Peter jadian sama LJ gitu. Nah si LJ pengen cari alasan aja jadian sama Peter buat mengalihkan dia dari Josh, mantan kakaknya yang juga salah satu cowok dalam surat.

Seiring berjalannya waktu karena witing tresno jalaran saka ngglibet wkwk, akhirnya mereka saling suka dong. Saling jujur dengan perasaan satu sama lain itu penting. Kamu ngga bisa dong membohongi perasaanmu sendiri. Setidaknya meskipun perasaanmu ngga berbalas, kamu sudah berani mengakuinya dan mengungkapkannya. Percaya deh, ini akan membuatmu lega dan merasa jauh lebih baik. Ciee emak-emak sok iya aja ngasih solusi wkwkwk. Kaya drama percintaannya oke aja dulu HAHAHA.

Baca Juga: Review #DearTomorrow: Notes to My Future Self by Maudy Ayunda

Harus Saling Terbuka Satu Sama Lain

Hal yang penting dalam menjalani hubungan adalah saling terbuka. Cerita apa saja tentang diri kita, apa yang sudah kita lalui. Peter juga menceritakan kalau ayahnya menikah lagi. Memang berat kalau tiba-tiba ditinggal seorang ayah. Sedikit banyak si LJ bisa merasakan kesepian itu, karena dia juga sudah ditinggal ibunya sejak kecil.

Percaya Satu Sama Lain

Saling terbuka artinya adalah percaya. Kita membuka diri dan bercerita kepada orang lain tentang suatu hal, berarti kita percaya pada orang tersbut bukan? Kita ngga mau kan mengetahui suatu hal, suatu masalah malah cerita tersebut dari orang lain. Bukan dari pasangan kita sendiri.

Masalah dengan Peter yang kompleks dengan mantannya, dan hadirnya John Ambrose yang menggoyahkan LJ membuat semua tambah kelihatan berantakan. Sampai akhirnya LJ mengundang Gen ke rumah pohon, dan Gen bercerita semua hubungannya dengan Peter baru-baru ini. LJ yang kekanakan dan terbawa emosi memang tidak mempercayai Peter. Padahal Peter mah udah ngga ada hubungan yang gimana-gimana sama Gen. Mereka berdua hanya berbagi kisah tentang kehilangan salah satu orang tua mereka.

Saling Menerima Masa Lalu

Memang sih kita belajar dari masa lalu, kesalahan yang pernah kita perbuat. Tapi hidup kita saat ini adalah bersama merangkai masa depan berdua. Hiyaaa. Setiap orang punya masa lalu itu pasti. LJ bisa menerima semua masa lalu Peter dengan mantannya, Gen. Peter pun bisa menerima masa lalu LJ dengan semua suratnya. Meskipun LJ khilap berciuman dengan John Ambrose hahaha. Hari ini dan masa depan adalah milik kita bersama, berusalah sebaik mungkin dalam menjalaninya.

Keluarga Adalah yang Paling Penting

LJ termasuk memiliki keluarga yang hangat. Meskipun sudah tidak mempunya ibu, ayahnya yang single father tampaknya berhasil mendidik ketiga putrinya menjadi sangat dekat satu sama lain. Saat ayahnya akan menikah lagi pun, mereka bertiga dan calon ibunya mereka berlima jalan bareng ke Korea. Cara meningkatkan bonding yang baik sekali, dengan menunjukkan kalau mereka akan baik-baik saja mempunyai ibu baru. Bagaimanapun juga, keluarga adalah tempat paling hangat untuk kembali pulang.

LDR Bikin Putus?

Akhirnysa sampai juga pergolakan batin hati LJ mau ngambil kuliah di mana, dekat dengan Peter atau NY? Dia merasa sudah jatuh cinta dengan NY sejak pandangan pertama datang ke sana (kaya aku yang selalu merindukan Jogja hahaha). Di sana, NYU adalah tempat yang paling cocok untuknya mewujudkan semua mimpi-mimpinya. Apakah dia akan membuang mimpinya demi Peter?

Oh hayy, jangan bohongi dirimu sekali lagi, perjalananmu masih panjang. Kalau Peter memang benar-benar tulus dengan MJ, dia tidak akan menghalangi atau mematikan mimpi LJ bukan? Apalah arti jarak buat dua orang yang benar-benar ‘saling’ ingin menguatkan perasaannya? Masalah mah tetep ada, tapi bukankah jarak yang mengenalkan kita pada sebuah kata bernama rindu? Eyaaa. Bisa ngomong gini karena sudah jatuh bangun membersamai badai bernama LDR.

Baca Juga: Review Kinaโ€™s Story: Kina and Her Fluffy Bunny by Maudy Ayunda

Menurutku sekuel ini layak dinikmati buat yang pengen kembali mengenang masa-masa indah jaman pacaran gitu. Karena yahh emang problematika cinta seputar remaja yah gitu doang, ngga jauh-jauh dari godaan mantan, orang ketiga dari masa lalu, salah paham yang sepele tapi menyenangkan. Belum tau gimana badai sesungguhnya dalam rumah tangga HAHAHA. Baru tau ntar gimana kalo udah nikah, tengah malem tiba-tiba token ber tiit tiit ria, kehabisan stok pampers, drama menyusui dini hari, toilet training, menunggu tanggal gajian yang masih lama, anak yang tiba-tiba demam dan kejang, bayar cicilan rumah, yah begitulah..kehidupan yang sesungguhnya sangat menyenangkan wkwkwk.

Meskipun jalan ceritanya bisa cukup ditebak, tapi lumayan lah LJ dan Peter bisa bikin senyum-senyum sendiri tengah malam. Peter yang gantenganya bikin klepek-klepek, dan MJ yang wajahnya oriental banget ngga ngebosenin. Aku nonton seri yang kedua bisa sampai seminggu dengan jeda 5x tayang baru bisa khatam. Yah emang selamban itu hehe. Apalagi gimana kalau mau nonton drakor yang biasanya sampai 16 eps. Ampun dehhh bisa kelar abis lebaran dong. Jadi gini deh review film To All the Boys I’ve Loved Before ala emak-emak yang kangen masa remaja. Yaudah deh, silakan nonton sendiri dan bersenyum-senyum ria kembali ke masa sekolah dengan segala romansa dramanya.

Malang, 6 Maret 2021

lintanggg

Lintang Gumilang adalah seorang ibu pembelajar yang jatuh cinta pada literasi dan gila membaca. Penulis kelahiran asli kota Malang ini memang hobi menulis lewat diary, sampai akhirnya punya platform blog sendiri yang berisi uneg-uneg recehnya selama hampir 10 tahun. Saat ini sangat bersyukur bisa menulis dan menerbitkan 14 antologi dengan harapan agar tulisannya bisa bermanfaat bagi semua pembacanya.

36 opinions on “Review Film To All the Boys I’ve Loved Before dan 5 Pelajaran Hidup”

  1. Jalan ceritanya seru ya mbak dan aku suka disisipi dengan cerita keluarga yang hangat. Jarang-jarang ada lelaki single parent yang bisa mengurus anaknya dengan baik, apalagi ini 3 cewek semua.

  2. mbak aq jadi mupeng pengen berlangganan Netflix huga nih gegara sering baca review drama atau film keren kayak gini. jalan ceritanya seru pas banget buat me time

  3. Ceirta putri dan pangeran tampan dari negeri dongeng versi modern lah ini ya. Hehehe. Menarik, apalagi diangkat dari New York Best Seller Novel. Saya sampai ubeg-ubeg koleksi novel saya, tapi ternyata emang saya belum punya. Saya kira saya punya, soalnya kayak ngerasa familiar gitu.

    1. Emang beda sih ya kalo baca sama nonton filmnya. Biasanya saya baca bukunya dulu baru nonton filmnya mba Mut. Tapi ini belum baca, eh udah diajak berpetualang dalam kehidupan LJ.

  4. Cerita keluarga yang bisa menjadikan adegan di setiap film menjadi kuat ya kak. Aku paling suka point ini nih : keluarga adalah yg paling penting dan jangan melihat masa lalu. Bener banget kalau sudah serius dengan seseorang memang tidka perlu melihat masa lalu

    1. Yupppp, jalani aja hari dan marilah membangun masa depan bersama. Biarlah masa lalu sebagai pembelajaran agar tidak terjadi kesalahan yang sama. eaaa

  5. Wah membaca review film di atas jadi inget masa-masa SMA yang penuh cinta hehe… ada ditolak, ada diterima, dan macem-macemnya ๐Ÿ˜€ termasuk kegalauan saat masa2 remaja lainnya.

    Review film dari mbak Lintang di atas gak kalah menariknya dengan review film dari kak Aray Amelya ๐Ÿ˜€ thanks ya kak dan maaf cuma bisa baca aja, dan saya gak jago ngereview film2 atau drakor hehe ..

    1. Wahh seru ya mas kalo masa putih abu abu tuh emang susah dilupain wkwkwk.
      Hiyaaa saya mah apa kalo dibandingin aray. Ibarat dia udah sampai bulan, saya masih di kabupaten HAHAHA.

  6. Nah.. aku pun kalo lagi kepengen nonton film yang ringan dan gak bikin beban suka lari ke film remaja.. wkwkwk
    Sambil nonton bisa sambil flashback mengenang masa SMA. Hihihi kadang jadi hiburan banget ini..

  7. Ah benar. Kita nggak bisa membohongi perasaan diri sendiri. Kita mungkin saja mengingkari apa yang kita rasakan pada orang lain. Tapi nggak bisa pada diri sendiri.

    Maka jujur memang penting. Duh, aku kalau nonton film ini mesti baper to the maks dah. Dan itu bisa berhari-hari lamanya. Aku baperan. Hehehe

    1. Ya gitu deh, Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa. Eeeaaaak

  8. Pengen banget nonton film ini dari dulu tapi belum kesampaian. Baca review ini makn pengen nonton jadinya. Banyak pesan yang tersirat tapi dikemas menarik.

  9. Lihat trailernya keren juga sih. Jadi pengen nonton. Gak sekadar hiburan aja sih nonton tapi bisa banyak nilai edukasi yang didapat. Keren mbak, reviewnya….

  10. Judulnya kepada para mantan lah ya ceritanya nih hehe… emang kadang LDR itu suka bikin putus yaa. Btw Mba Lintang juga selalu merindukan Jogja yaa, kok sama, huhuu… nama lain Jogja kan si kota rindu ^^

  11. Untuk film macam begini, stamina menonton saya tidak kuat. Apalagi kalau film semacam Korea yang melow-melow. Tapi, ya, tergantung penontonnya sih.

  12. netflix seperti gudangnya film dan serial keren ya, banyak banget film dan serial yang bisa diambil pelajaran, bahkan dari genre percintaan remaja sekalipun. Saya belum nonton sih tapi jadi penasaran hehehe

  13. Akhirnyaaaa kamu terpikat juga dengan Peter dan LJ mkwkw. Kalau disuruh milih dari tiga trilogi All the Boys, yang pertama emang terbaik sih. Cuma yang ketiga ini better daripada yang kedua yah. Layak tonton buat tuna asmara sepertiku

  14. Wah, filmnya sepertinya seru mbak. Baca ulasannya aja menarik banget. Aku kalau film korea suka banget jika bergenre remaja. Jadi bisa mengenali dunia anak muda sembark belajar untuk anak nanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *