Cerita si Korona

Cara Asyik Mengenalkan Corona Pada Anak

Freepik

“Bu..kok aku ngga sekolah ke sekolah sih? kok nge-Zoom terus?”

“Bu..kok aku ngga ngaji ke masjid lagi kalo sore?”

“Kok ngga boleh maen lagi ke luar?”

“Kok harus sering cuci tangan?”

“Kok ke mana-mana pake masker?”

Beberapa pertanyaan itu yang sering dilontarkan anak-anak saya jaman masih awal perdana covid-19 menyerang negara api. Bagaimana tidak, segala perubahan yang mendadak terjadi seketika, membuat kami semua dengan cepat harus beradaptasi. Anak-anak tidak lagi pergi ke sekolah, ngga bisa jalan-jalan, main sama teman, bahkan libur ngaji. Mengenalkan Corona, ngga bisa sembarangan lho. Yuk, intip cara asyik mengenalkan Corona pada anak.

Ibu dan Ayah Juga Nggak Boleh Cemas

Ada penelitian yang menyebutkan kalau anak bisa merasakan kecemasan dan ketakutan orang tua, lho. Meskipun kita ngga memperlihatkan secara langsung. Jadi kita sebagai orang tua harus tetap tenang saat memberi edukasi kepada anak. Agar anak-anak juga ngga cemas atau takut saat mendengar informasi ini. Jelaskan dengan nada yang lembut dan menyenangkan.

Baca Juga : Sains Air Panas dan Dingin dari Botol Kaca Bekas

Sampaikan Informasi Secara Sederhana

Anak-anak itu copy cat ulung lho, mereka jago dalam merekam yang mereka lihat dan mereka dengar. Sebagai orang tua kita harus bisa menyampaikan informasi seputar Corona dengan bahasa yang mudah dipahami dan sederhana. Kita juga bisa mengajak mereka berdiskusi, mendengarkan komentarnya dan menjawab semua rasa ingin tahunya.

Ngga usah menakut-nakuti seolah-olah ini pagebluk yang besar (yaahhh emang besar keleuuus!). Pokoknya beri pemahaman kalau kita ngga boleh menyepelekan dan tetep harus memperhatikan proyokol kesehatan.

Cerita si Korona

Cerita si Korona

Mba Watiek Ideo bikin buku keren Cerita si Korona, yang isinya gampang banget dipahami. Buku ini awalnya dalam bentuk pdf dan emang free buat edukasi, yang sampai akhirnya diterbitkan dalam bentuk buku dan dijual hanya sebagai biaya ganti ongkos Rp 20.000.

Cerita ini ditulis oleh Watik Ideo dengan ilustrasi oleh Luluk Nailufar. Cerita bergambar yang mudah diterima oleh segala usia mengenai virus Corona untuk memberikan pemahaman mengenai Corona dan tips untuk mengatasinya. Pokoknya anak-anak bakal gampang paham dan suka deh.

Intip di sini juga buku yang ke duaGara-gara Korona. Nggak kalah seruuuu!

Baca Juga : Orang Tua Seperti Anak Kecil, Bagaimana Menghadapinya?

Banyak Cara Menghindari Corona

Sebenarnya langkah paling aman menghindari Corona adalah dengan gerakan #dirumahsaja. Ibu dan Ayah perlu menjelaskan bahwa sebenarnya virus Corona bukan virus yang mematikan, bahkan resiko anak terinfeksi amat kecil. Orang tua bisa menjelaskan kalau kita perlu:

  • Jaga kesehatan tubuh

Kita sebagai orang tua bisa menjelaskan bahwa ada “tentara” dalam tubuh kita yang akan “berperang” melawan virus. Tentara itu disebut antibodi. Antibodi harus diperkuat dengan makan yang banyak dan bergizi, rajin minum air putih, minum vitamin, tidur teratur, berjemur, menjaga kebersihan tubuh, dan jaga jarak.

  • Rajin Mencuci tangan
Freepik

Penyebaran virus ini terjadi karena kita bersentuhan. Tangan bisa menjadi perantara penyebaran si Corona. Jadi kita harus sering cuci tangan untuk menja kebersihan tanga. Kalau ngga menemukan air bersih, bisa pakai hand sanitizer. Cuci tangan harus pakai sabun dengan mengusap semua sisi selama 20 detik. Lama ya? Ngga kok, kita bisa menyanyikan lagu Happy Birthday sebanyak 2x.

Nih baca komik di sini Ayo Cuci Tangan Dulu 🙂

  • Rajin Pake Masker
Freepik

Beri pemahaman pada anak kalau penyebaran virus Corona ini bisa terjadi melalui udara. Nah virus bisa dikeuarkan saat kita batuk, ngobrol, atau bersin. Jadi masker dibuat untuk melindungi dari droplet yang dikeluarkan orang lain agar ngga masuk ke hidung dan mulut kita.

Intip yuk komik Cara Pakai Masker dengan benar 🙂

Adek-adek semuaaaa, jaga kesehatan yaaa, jaga jarak, rajin cuci tangan dan pake masker. Patuhi protokol kesehatan dan tetep #dirumahsaja 🙂

Malang, 6 Januari 2020

lintanggg

Lintang Gumilang adalah seorang ibu pembelajar yang jatuh cinta pada literasi dan gila membaca. Penulis kelahiran asli kota Malang ini memang hobi menulis lewat diary, sampai akhirnya punya platform blog sendiri yang berisi uneg-uneg recehnya selama hampir 10 tahun. Saat ini sangat bersyukur bisa menulis dan menerbitkan 14 antologi dengan harapan agar tulisannya bisa bermanfaat bagi semua pembacanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *