
Transformasi industri teknologi tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan inovasi, tetapi juga kepemimpinan dengan perspektif yang beragam. Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan strategis menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong inovasi sekaligus membangun ekosistem digital yang inklusif.
Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam forum Women Tech Founder, Tea Talk with Minister pada rangkaian Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10). Forum ini mempertemukan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid dengan tiga pemimpin perempuan TelkomGroup, yakni Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine serta Komisaris Independen Telkom Ira Noviarti dan Rofikoh Rokhim.
Bersama sejumlah pemimpin perempuan di sektor telekomunikasi dan digital, mereka membahas kepemimpinan strategis, kolaborasi, serta pengembangan kapabilitas digital untuk menghadapi tantangan industri dan memperkuat daya saing Indonesia.
Peran Perempuan dalam Mendorong Transformasi Digital
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine menyampaikan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam perjalanan transformasi TelkomGroup. Keterlibatan perempuan dalam posisi kepemimpinan dinilai mampu menghadirkan perspektif berbeda dalam pengambilan keputusan dan mendorong lahirnya inovasi.
“Peran perempuan menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi TelkomGroup. Keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis dapat memperkaya perspektif, mendorong inovasi, serta memperkuat kontribusi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Veranita.
Pembahasan ini juga berkaitan dengan upaya memperkuat kedaulatan teknologi (sovereign technology) Indonesia. Selain membutuhkan infrastruktur digital yang andal dan terintegrasi, penguatan ekosistem teknologi nasional memerlukan kapabilitas yang mampu menjawab kebutuhan berbagai sektor industri.
Bali Tech Week 2026 Perluas Kolaborasi Teknologi
Berlangsung pada 19–23 Oktober 2026, BTW 2026 mengusung tema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”. Forum internasional ini menghadirkan 13 program teknologi dan diikuti lebih dari 5.000 delegasi dari puluhan negara.
Telkom bersama operating company (OpCo) TelkomGroup turut berpartisipasi melalui pameran yang menampilkan infrastruktur, kapabilitas, dan solusi digital untuk mendukung kebutuhan industri serta pembangunan digital nasional.
Sejumlah tokoh nasional juga hadir dalam rangkaian diskusi, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi RI Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, serta Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno. Berbagai sesi membahas arah kebijakan, pengembangan ekosistem digital, dan peluang kolaborasi untuk mempercepat transformasi digital Indonesia.
Baca Juga: Connectivity+ Telkom Solution Perkuat Fondasi Transformasi Digital
Tiga Pilar Penguatan Kedaulatan Digital TelkomGroup
Untuk mendukung pembangunan digital nasional, TelkomGroup mengembangkan tiga pilar utama, yaitu Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence & Impact, serta Sovereign Trust & Resilience.
Ketiganya menjadi landasan penguatan ekosistem digital, mulai dari perluasan konektivitas, optimalisasi teknologi, hingga peningkatan keamanan dan ketahanan digital.
Pada pilar Sovereign Intelligence & Impact, TelkomGroup mengembangkan solusi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah bagi industri.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui penguatan Telkom Solution yang berfokus pada pasar Business-to-Business Information and Communication Technology (B2B ICT) Telkom sekaligus memperluas peluang bisnis di pasar regional dan global.
Veranita menjelaskan bahwa Telkom Solution terus memperkuat layanan konektivitas dan solusi ICT terintegrasi dengan dukungan teknologi AI, data center, cloud, serta keamanan siber. Kapabilitas tersebut diharapkan membantu industri mengadopsi teknologi secara aman, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui integrasi kapabilitas di seluruh ekosistem TelkomGroup, pengembangan infrastruktur dan solusi digital akan terus diarahkan untuk memperluas konektivitas Indonesia ke dunia, menjaga keamanan ekosistem digital, serta mengoptimalkan pemanfaatan AI. Langkah ini sekaligus mendukung ambisi Indonesia untuk berkembang sebagai Indo-Pacific Digital Hub.
Pengembangan ketiga pilar tersebut juga menunjukkan bahwa kedaulatan digital tidak cukup dibangun melalui penyediaan jaringan semata. Indonesia perlu memiliki kemampuan untuk mengelola infrastruktur, memanfaatkan teknologi secara optimal, sekaligus memastikan keamanan data dan sistem digital.
Dengan pendekatan terintegrasi, TelkomGroup berupaya menghadirkan fondasi teknologi yang dapat mendukung pertumbuhan industri sekaligus memperkuat kemandirian digital nasional.





